Jumat, 20 September 2013

Belajar Bersyukur

Pos kali ini Cimo kutip dari bukunya Pak Samsul Arifin, 27 Jurus Jitu Meraih Impian: BERSYUKUR. Tentang bersyukur ini adalah jurus ke delapan untuk meraih impian (dalam buku ini ya...). Seperti yang seluruh dunia sudah tau... (eh, seluruh dunia udah tau belum yah?), kalau kita bersyukur, Alah akan menambah nikmatnya. TAPIII... kalau kita ingkar, kufur nikmat, atau denial, maka azab (siksa) Allah sangat pedih!!

PERTANYAANYA, bentuk syukur itu kaya gimana sih? Dengan mengucap Alhamdulillaah aja udah cukupkah? atau masih ada bentuk-bentuk lain dari bersyukur? gimana ciri-ciri orang bersyukur? Trus pengingkaran, kufur nikmat atau denial itu maksudnya gimana sih? gimana caranya supaya kita ga termasuk orang-orang yang ingkar?

Yakh...!! Berikut ini Cimo kutip salah satu contohnya dari buku 27JJMI :

"Sahabat, semua memaklumi bahwa negeri kita tercinta ini adalah negeri yang sangat kaya raya. Semua sumber daya alam yang diperlukan untuk kemakmuran rakyat tersedia dalam jumlah yang berlimpah. Di permukaan bumi ada kayu hasil hutan, ada perkebunan, ada sawah untuk bahan pangan. Di laut ada jutaan ton ikan yang siap dipanen setiap harinya. Di dalam perut bumi ada bahan tambang mulai dari batu bara, minyak dan gas. Bahkan uranium sebagai unsur termahal ada di negeri ini.
 Namun, apakah kekayaan itu telah memberikan kemakmuran kepada rakyatnya? Anda sendiri tahu jawabannya! Gambarannya seperti ini, (sementara, kita gunakan ukuran-ukuran sistem kapitalis dulu ya). Pendapatan perkapita Indonesia antara USD3.500 hingga 3.600 USD pada tahun 2011 lalu. Pada tahun 2015 mendatang, pendapan per kapita Indonesia diharapkan bisa mencapai USD 5.500.
 Nah, mari kita jalan-jalan ke tempat yang tidak jauh dari negeri kita tercinta ini. Ada sebuah negeri  lain yang letaknya hampir persis di tengah negeri ini. Jaraknya hanya sekitar 90 menit penerbangan dari Jakarta. Negeri itu namanya Singapura. Anda tahu kan? 
Bagaimana dengan kondisi Singapura? Luas daratannya mirip luas DKI Jakarta. Kita semua tahu bahwa Singapura tidak memiliki sumber daya alam apa-apa. Bahkan untuk memenuhi supply air bersih, Singapura mengandalkan kemurahan hati Malaysia.
Secara sosial ekonomi, data tahun 2011 menunjukkan bahwa Singapura memiliki jumlah penduduk 4,8 juta jiwa. Pendapatan nasional per kapitanya US$41.430 atau setara dengan Rp373 juta. Jika Anda sempat berjalan-jalan ke kota ini (Singapura lebih tepat disebut kota daripada sebuah negara), Anda tidak akan pernah menjumpai penampakan kemiskinan dan kesemrawutan. negeri ini termasuk 8 besar negara berpendapatan per kapita tertinggi di dunia, mengalahkan Amerika!
Pertanyaannya adalah mengapa ha ini bisa terjadi? Mengapa negeri yang kaya sumber daya tetapi penduduknya miskin? Mengapa negeri yang tidak punya sumber daya apa-apa tetapi penduduknya makmur? Mengapa pendapatan per kapita Singapura bisa 11x lipat daripada Indonesia? Padahal mereka tidak punya apa-apa?
Mari kita amati sebab-musababnya dengan konteks pembahasan jurus ke-8 ini, yaitu bersyukur. Yang saya pelajari dari orang-orang Singapura adalah mereka benar-benar mengaplikasikan rasa syukur dalam tindakan nyata. Misalnya, mereka benar-benar merawat kotanya, pemerintah bersama seluruh penduduknya berpartisipasi aktif menjaga kebersihan dan kerapian kotanya. Silahkan Anda pilih salah satu kota di Indonesia, bagaimana pemerintah mengelola dan menata kotanya? Bagaimana rakyatnya, apakah mereka juga turut menjaga, merawat kotanya?
Jadi, pelajaran yang pertama  dari rasa syukur adalah MENGHARGAI, MENJAGA dan MERAWAT apa-apa yang kita miliki saat ini. Perilaku ini menunjukkan bahwa kita memang pantas untuk menerima sesuatu baik benda, posisi, uang maupun yang lainnya. Kenapa pantas? Karena kita menghargai, menjaga dan merawatnya.
Yakh...! begitulah temans, salah satu pelajaran tentang belajar bersyukur. Selamat mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari yaaa..... daaaannn, jangan pernah puas belajar ^^). Coba cari lagi contoh lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Maknai, apakah kita sudah mensyukuri nikmat yang diberikan? Apakah kita sudah menghargai, menjaga dan merawat nikmat yang diberikan pada kita? Semangat bersyukur... ^o^)/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar