Sabtu, 24 Agustus 2013

Cimo copas tentang tsaqofah islam

Kemarin-kemarin ada yang nanya maksudnya "mengkaji tsaqofah Islam" apa? Padahal Cimo sering banget denger, baca kalimat itu, tapi pas ditanya masih bingung jawabnya *tepok jidad*
Kemudian, Googling dan nemuin artikel ini:

Konsep Dasar Tsaqofah Islamiyah


1.   Definisi Tsaqafah

Tsaqafah menurut arti bahasa di dalam kamus Al-Muhith, ia berasal dari kata tsaqufa yang berarti cepat di dalam mema-hami sesuatu atau cerdas.  Menurut arti istilah, terdapat perbedaan ungkapan di dalam memberi definisi tsaqafah, namun yang mendekati kebenaran, sebagai berikut:
a. Tsaqofah merupakan konsep pemikiran dan pandangan hidup atau suatu ideologi tentang alam semesta, manusia dan kehidupan.
b. Tsaqofah merupakan konsep pemikiran dan pandangan hidup tertentu yang telah membentuk pola pikir dan perilaku suatu masyarakat.
Masing-masing masyarakat atau bangsa memiliki tsaqafah (pandangan hidup) atau way of live yang  berbeda-beda sesuai perbedaan ideologi dan pemikiran yang mereka yakini.

2. Definisi dan Karakter Tsaqafah Islamiyah
Tsaqafah islamiyah berarti seluruh konsep pemikiran dan pandangan hidup berdasarkan ajaran/aqidah Islam tentang alam semesta, manusia dan kehidupan. Jadi, seorang muslim di dalam memandang fenomena dan realita kehidupan harus berlandaskan Aqidah Islam. Oleh sebab itu, ketika terjadi peristiwa gerhana matahari pada masa Rasulullah, banyak orang yang mengaitkan dengan kematian Ibrahim, putra Nabi, maka beliau langsung naik mimbar dan berkhutbah untuk meluruskan kekeliruan tersebut,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَ يَنْكَشِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ دِحَيَاتِهِ.
“Sesungguhnya matahari dan bulan bagian dari tanda-tan-da kekuasaan Allah, dan tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang.” (H.R. Al-Bukhari)

Rasulullah  menolak dan membantah dengan tegas bahwa gerhana matahari ada kaitannya dengan kematian putranya sebab keyakinan atau pandangan seperti itu bertentangan de-ngan aqidah Islam. Seluruh gaya hidup, pola pikir dan perilaku seorang muslim harus berpijak pada ajaran dan aqidah Islam, dan tidak boleh bertolak-belakang. Seorang muslim dilarang meniru dan mengambil tsaqafah ideologi agama lain sebab tsaqafah berkaitan erat dengan aqidah, di dalam pembentukan kepribadian. Maka ketika Umar datang membawa secarik tulisan Taurat lalu berkata, “ Wahai Rasulullah, ini ada secarik tulisan Taurat.” Maka beliau diam kemudian Umar membacanya, tiba-tiba muka beliau berubah lalu Abu Bakar berkata,” Celakalah kamu, tidakkah engkau melihat wajah Rasulullah?” Lalu Umar melihat ke arah wajah Rasulullah dan berkata,” Aku berlindung kepada Allah dari murka Allah dan murka Rasul, kami rela Allah sebagai Robb kami, Islam sebagai agama kami dan Muhammad sebagai Nabi kami.” Maka Rasulullah bersabda,

وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَوْ بَدَا لَكُمْ مُوْسَى فَاتَّبَعْتُمُوْهُ وَتَرَكْتُمُوْنِيْ لَضَلَلْتُمْ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيْلِ وَلَوْ كَانَ حَيًّا وَأَدْرَكَ نُبُوَتِيْ لاَتَّبَعَنِيْ.
“Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya, jikalau Musa berada di tengah-tengah kalian lalu kalian mengikutinya pasti kalian akan tersesat dari jalan yang lurus, seandai-nya beliau masih hidup dan mendapati kenabianku, pasti beliau akan mengikutiku.”(H.R. Ad Darimi)

Sedangkan kondisi umat Islam sekarang dengan mudah meniru dan mengikuti budaya, tradisi, gaya hidup dan pola pikir kaum kuffar, sehingga mereka meniru kepribadian ideologi agama sesat, sebagaimana sabda Rasulullah,
لَتَتَّبِعُنَ سَنَنَ الَّدِيْنَ مِنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتىَّ لَوْ دَخَلُوْا فِيْ جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَبَعْتُمُوهُمْ، قُلْنَا: يَا رَسُوْلُ اللهِ اَلْيَهُوْدُ وَالنَّصَارَى؟ قَالَ: فَمَنْ ؟!.

“Sungguh kalian akan mengikuti gaya hidup orang sebelummu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta hingga kalau mereka masuk liang dhab (binatang sejenis biawak), maka kalian akan mengikuti mereka. Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Memangnya siapa lagi?” (HR. Muslim) 

3. Ruang Lingkup Tsaqafah Islamiyah
Terdapat perbedaan sangat tajam antara tsaqafah dengan ilmu pengetahuan. Sebab tsaqafah berkaitan erat dengan aqidah, pembentukan gaya hidup, pola pikir, perilaku dan kepribadian seorang muslim. Sedangkan ilmu pengetahuan seperti kedokteran, arsitektur, kimia, fisika, ilmu hitung dan ilmu ba-hasa tidak ada kaitan dengan pembentukan aqidah, gaya hidup, pola pikir, perilaku dan kepribadian, namun hanya seba-tas memacu peradaban dan kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu, belajar ilmu pengetahuan di atas sangat dianjurkan di dalam ajaran Islam, asal tidak bertolak-belakang dengan nilai dan ruh aqidah Islam. 

4.  Manfaat dan Urgensi Mempelajari Tsaqafah Islamiyah Manfaatnya:

1.    Memahami dan menghayati Tsaqafah islamiyah dalam kehidupan.
2.    Berpegang teguh pada sendi-sendi Tsaqafah Islamiyah dalam berbagai aspek kehidupan.
3.    Bersyukur dan percaya diri pada Tsaqafah dalam syariah Islamiyah dalam mengatur kehidupan diri keluarga dan bermasyarakat.
4.   Mewariskan Tsaqafah Islamiyah dan nilai penghayatan-nya kepada generasi penerus dengan sabar demi mencapai ketinggian kalamat Allah serta mencari ridha-Nya.
5.    Menjaga dan melindungi diri dari pengaruh nilai budaya dan Tsaqafah  kaum kuffar  baik kaum musyirik maupun munafik.

Urgensi mempelajari Tsaqafah Islamiyah adalah menyadarkan umat Islam dan membekali diri dengan pandangan, pola pikir, gaya hidup, prilaku dan kepribadian Islami, serta menjaga dari pengaruh nilai-nilai budaya dan pandangan hidup kafirin.



Ohyaaa, dan tentu saja banyak sekali link tentang tsaqofah islam ini.... Jadi, Mari jangan dulu berpuas diri setelah baca hanya satu artikel saja :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar