"SEBAIK-baik do'a adalah ihdinash shirothol mustaqiim...."
Begitulah kira-kira 'pembukaan' oleh ustadz @salimafillah di Majelis Jejak Nabi Bandung akhir September lalu. Cimo engga terlalu memperhatikan sampai hari senin lalu, di ta'lim Darusy Syabab @kangrendy mengulang sedikit tentang pembahasan dari ustadz @salimafillah ini...
Kadang, kalau lagi bener-bener udah ga tau musti gimana lagi menghadapai tantangan hidup, kita bahkan bingung, mau bilang apa dalam do'a, do'a terbaik yang kaya gimana yang bisa kita pinta.... pernah ngerasain kaya gitu ga, kawan...?
Padahal ga perlu jauh-jauh sebenernya.... Sebaik-baik do'a ternyata do'a yang selalu kita ucap dalam sholat, minimal 17 kali sehari. Surat Al-Fatihah. Lebih jelas lagi ayat 6-7: "Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat".
Begitulah.... sebaik-baik do'a adalah meminta petunjuk kepada jalan yang lurus, jalan yang sama yang Allah SWT berikan kepada orang-orang yang Ia beri nikmat. Pertanyaannya, orang-orang yang diberi nikmat ini siapa? Mari mariiii cek lagi Al-Qur'an-nya Surat An-Nisa ayat 69: "Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya."
Nah, kita coba "pretelin" sedikit yaa jalang orang-orang yang disebut di An-Nisa ayat 69 tadi:
1. Nabi Muhammad selalu menjunjung tinggi kejujuran. Semua orang tahu & percaya Beliau adalah orang yang jujur. Sampai ketika berdakwah secara terang-terangan, keadaan malah berbalik. Hanya sedikit orang yang mempercayainya. Coba deh, kalau kita yang ada di posisinya... usia kalian berapa sekarang? 20 tahun? 30 tahun? 40 tahun? misalnya yaaa... selama 30 tahun dalam hidup kita selalu berkata jujur nih...ketika kita mengatakan hal yang paliiiing benar, kita malah dicap sebagai pembohong! gimana coba perasaannya? Cimo sama sekali engga maksud buat nyama-nyamain perasaan kita sekarang sama perasaan Rasulullah dulu yaaa... itu sih wallahu'alam bish shawab...
2. Nabi Musa yang perjuangannya untuk membebaskan umatnya (terutama) dari Firaun udah ga perlu diragukan lagi. Tapi ketika sampai tanah palestin, malah dikhianatin sama bani Israil.
3. Maryam yang sangat menjaga kesuciannya, kemudian melahirkan Nabi Isa, tanpa sedikitpun disentuh laki-laki. dan masih banyak kisah-kisah lainnya.
Apa jalan yang lurus itu jalan lurus kaya TOL? sekali lewat langsung sampai dalam waktu singkat?. Bukan, bukan, bukan itu kawan.. jalan yang lurus berarti jalan yang berkelok-kelok, penuh rintangan, tapi hati kita tetap lurus, tetap teguh pada-Nya. Prosesnya mungkin berliku, tapi kita juga harus yakin bahwa akhirnya juga pasti indah :).
Mari mariii kita berdoa, engga pernah ada yang sia-sia ko. Berdoa itu ibadah, dengan ibadah kita dapet pahala kan? Dengan berdoa itu, kita membuka diri pada-Nya, membuka 'pintu' hati kita agar Ia 'masuk'. Dengan selalu berdoa, kita selalu mengikut-sertakan pula kekuatan-Nya dalam setiap langkah kita :)