Rabu, 27 Maret 2013

..kemudian berpetualang lagi bersama Muhammad Al-Fatih 1453 \(^o^)/

"Ini adalah kisah ketika dunia hanya mengenal dua wilayah, Barat dan Timur. Ini adalah persaingan antara dua negara; Imperium Romawi dan Khilafah Islam. Ini adalah cerita saat dunia terpopulasi menjadi dua bagian; Kristen dan Islam. Ini adalah epik antara dua kekuasaan; Byzantium dan Utsmani.
Pada suatu masa ketika dunia hanya terbagi menjadi dua bagian, sudah menjadi kewajiban bagi Barat untuk menaklukan Timur. Namun ada seorang pemuda yang membalik semuanya dan menaklukkan sebagian besar Barat.
Pemuda yang mengukir namanya dalam sejarah emas dunia, dengan prestasi dan pencapaian yang tidak pernah ada pada masanya ataupun sebelumnya, prestasi yang jauh melebihi masanya.
Ini adalah salah salah satu pertempuran paling penting dalam sejarah Islam dan sejarah dunia. Pertempuran yang sangat berpengaruh pada relasi Kristen dan Islam. Serta panglima terbaik yang telah diramalkan oleh Rasulullah saw."
- halaman belakang Muhammad Al-Fatih 1453 by @felixsiauw -



Pertama kali melihat buku ini, Cimo langsung tertarik. Mungkin sekitar satu atau dua tahun lalu, Cimo lupa heheh. Tetapi, keadaan waktu itu rupanya belum mengijinkan kami berjodoh :'). Tentu saja buku ini masuk ke dalam list salah satu buku yang harus dimiliki, minimal dibaca :D.

 Sampai akhirnya, beberapa bulan lalu ketika Cimo pulang ke Bogor, Cimo melihat buku ini di meja kerja Ibu. Langsung saja Cimo "menyerbu" Ibu dengan berbagai pertanyaan sambil membolak-balik bukunya. 

Ini kapan belinya? 
Beli di mana?
aaaahhh... Cimo mau pinjaaamm....
Boleh Cimo bawa ke Bandung gaaa...?

Bukunya beli di stand buku sebuah pelatihan bisnis yang biasa Ibu ikuti. Waktu ada Ust. Felix Siauw-nya juga mengisi materi. Trus Ibu juga membolehkan Cimo bawa bukunya, padahal Ibu sendiri belum sempet baca. Aaahhh... Syenang syekali rasanya, Kawan! Mari mengucap syukur! Alhamdulillah :)

Tapi tapi sesampainya kembali ke Bandung Cimo disambut berbagai kesibukan dan kewajiban lain. Sehingga untuk beberapa lama buku ini harus tinggal di lemari :(. Malahan Tante Evie duluan yang tamat baca buku ini. Dan bikin makin ngiler banget pengen baca ini! HA!

Akhirnya Cimo menyempatkan untuk mengintip sedikit bukunya beberapa hari lalu. Membaca Muqaddimah bukunya malah bikin makin jatuh cinta! hihih.. Jadi aja keterusan bacanya :p. Sejak beberapa hari lalu pula buku ini ada di dalam tas, Cimo bawa ke mana-mana. Kalau ada luang atau kesempatan yang mengharuskan Cimo menunggu, Cimo akan menunggu dengan tenang ditemani Muhammad Al-Fatih 1453 :).

Tapi tapi, Cimo baru saja dapat "tugas" baru yang harus segera selesai. Jadi jadi, mungkin disimpan dulu bukunya. Bersabar sampai besok. Berusaha menyelesaikan tugasnya malam ini. FIGHT!!

Kemudian berpetualang lagi bersama Muhammad Al-Fatih 1453
Terima Kasih sangat Ust. @FelixSiauw sudah menulis buku ini.. 
\(^o^)/

Remember 1453!!

Senin, 11 Maret 2013

Finding Passion

"PASSION  is a things that you really really love doing. Your passion is your strength. And your strength is NOT about what you're good at. It is about what you enjoy the most. Mencari passion tidak seperti mencari benda hilang yang terselip entah di mana. Passion Anda sudah ada di dalam diri Anda sendiri. I is within you. It is your uniqueness. 
Apa maksud keunikan disini? Semua manusia terlahir UNIK. Tidak percaya? oba lihat perilaku anak kecil. They would do what they love doing and nothing else. Dalam perjalanan menuju kedewasaan kita memperoleh bekal norma, adat istiadat, dan ajaran-ajaran sopan-santun yang terkadang memunculkan hambatan mental untuk mendengar panggilan hati. Ingin mencoba jadi musisi tapi apa kata orangtua yang sudah menyekolahkan hingga Magister Manajemen? Ingin hidup sebagai travel coordinator, apakah uangnya cukup nanti? Ingin jadi penulis novel, apakah bisa menghidupi life-style sekarang? Ujungnya we become afraid of our own uniqueness."
- Your Job Is Not Your Carrer, @ReneCC -


On my way to finding my passion :)
It's not like I'm hating what am I doing. 
No no no... I love it
just...
I guest, I need more..
umh...
something
to  convince myself :p


Jumat, 08 Maret 2013

Still... It does hurt...

“Dan tunas-tunas perasaanmu tak bisa kaupangkas lagi. Semakin kautikam, dia tumbuh dua kali lipatnya. Semakin kauinjak, helai daun barunya semakin banyak.”

- novel 'Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin', Tere Liye -















Bukan waktunya intermezo siih.. I just can't help my self :p
dan episode ini ngena banget
somehow..
It's hurting me too, 
ehee
(^^)>

Rabu, 06 Maret 2013

tetapi, kenyataan berkata lain...

I said : Books always fit

Jadi. 
Cimo kemarin beli buku lagi.

...................................................................................................................................................................

Kali ini A-S-E-L-I engga sengaja. 

Kemarin itu udah buat janji, cuma karena si teman ada hal mendadak yang harus dilakuin, jadinya batal. Jadinya cimo punya sedikit waktu kosong. Akhirnya cimo mutusin buat beli sesuatu ke BIP, sebentar. Iyah, tadinya cuma mau beli sebentar aja ga akan mampir kemana-mana. Trus pulang. Entah istirahat atau ngerjain tugas yang lain. 

Tapi kenyataan berkata lain, eeeaaaaa......

batas

Kadang, (tanpa sadar) kita sering membatasi diri.

Padahal menjadi sukses itu bukan masalah bisa atau ga bisa, tapi masalah mau atau ga mau.
Kalau kita mau, pengen banget, & meng-azzam-kan diri buat sukses, pasti udah ga ada lagi deh yg namanya "engga bisa". Pokonya harus bisa!

Kaya main game. Beberapa kali gagal di level yang sama. Tapi kita ga pernah berhenti karena pengen masuk ke level berikutnya. Pokoknya harus bisa!

yang namanya membatasi diri itu kaya apa?

umh.. misalnya, buat lulus kuliah kan musti ngelewatin yang namanya sidang tuh yaa...
tapi karena ngerasa ga bisa bicara di depan umum, takut, grogi, ga pede, akhirnya malah kabur pas musti sidang. Jadinya yaa engga lulus kan? (ini apa banget deh contohnya. Kejadian tsb hanya rekayasa belaka).

naahh... padahal sidangnya aja beloomm... padahal mah kalo udah dijalanin, plooong pasti rasanya (gitu sih kata yg udah sidang).

Contoh lain? 
cimo ga berani kalo kebut-kebutan bawa motor sendiri (kalo dibonceng kebut-kebutan masih bisa kayanyah hihih). Meskipun lewat jalur cepet, cimo sering banget ngelirik spedometer, memastikan kecepatan cimo. Kalo udah mencapai kecepatan tertentu, cimo longgarin gasnya, jadi lebih pelan. Kemudian suatu hari, spedometer rusak. Mati. ga berfungsi. dan cimo males & ga nyempetin buat kebengkel. Selama beberapa hari itu cimo percuma banget ngelirik spedometer. Sampe akhirnya cimo cuek aja mau secepat apa juga. Tapi tetep masih ada patokannya siyh hehehe.. kalo motor udah rada "goyang", entah karena anginnya lagi kenceng atau cimonya ngebut, baru deh cimo pelanin lagi jalannya.

Dalam kasus lain juga sepertinya sama. Kadang kita harus melakukan hal yang 'lebih' untuk bisa masuk ke level berikutnya kan?


Suatu hari, sebuah renungan ketika spedometer rusak

her day :')

"Karena bagaimanapun, wanita menerjemahkan cinta pada ketegasan, kepastian , keseriusan & kesetiaan" - @canunkamil & @fufuelmart

Finally, the day came...

no no.. it's not my wedding :D. It's my friend's.., my best one, my elementary mate,  aannnddd she's also my dentist :D

First thing first, meet my mate: @shalihahasim :). Cimo pertama kali kenal shali pas jaman TK duluuu banget. I was 5 and she was 4. Yep! we were in different class. Dan dengan 'sopan'-nya shali langsung loncat kelas dari kelas A ke kelas 1 SD (engga mampir ke kelas B dulu), heuheu... jadilah kita ini sekelas sampai kelas 6 SD. Setelah kelulusan, cimo ga inget pernah ketemu shali lagi atau engga. Yang cimo inget, mulai sering ketemu lagi sejak shali memulai karirnya sebagai co-assistent di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM). Sejak itu cimo sering bertukar cerita sama shali. dan banyaaakk banget hal-hal positif yang cimo kenal lewat shali. Misalnya @MotivaTweet dan komunitas sobat zuper-nya, ngenalin cimo ke komunitas bisnis yang juga  zupperr dan teman-temannya yg super & edukatif :)

ini tentang kubangan

ini tentang kubangan
suatu hari ketika hujan reda
dan mencipta kubangan
ada rasa yang tak bisa dijelaskan melihat bayangan yang terpantul
aku suka :)

ini tentang kubangan
suatu hari ketika hujan reda
dan anak-anak kecil mulai bermain keluar
ada tawa riang
menginjak kubangan hingga terciprat kemana-mana
irama cipratannya seperti ikut tertawa
atau.. ia yang membuat anak-anak tertawa?

ini masih tentang kubangan
suatu hari ketika hujan turun,
aku teringat sebuah kalimat:
"hidup ini adalah pilihan
kita yang menentukan
mau menjadi air yang mengalir ke laut
berpetualang, bebas
atau menjadi kubangan"

ini masih tentang kubangan
darinya aku belajar
ada ragam sudut pandang dalam kehidupan


suatu pagi, sehabis hujan :)